Tampilkan postingan dengan label catatan asep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan asep. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Maret 2013 1 komentar

Itulah Sampah


        Nggak semua sampah itu merugikan lho . . .  !!!
Masalah sampah itu memang tidak akan pernah selesai jadi bahan pembicaraan terjadinya banjir. Banyak musibah terjadi karena masalah sampah seperti banjir. Baru-baru ini semua Indonesia mengetahui informasi semua daerah di Jakarta terkena banjir. Itu pertanda teguran dari Tuhan Yang Maha Esa terhadap kita semua untuk senantiasa selalu menjaga kebersihan lingkungan. Mungkin sebagian orang sudah menjaga kebersihan lingkungan tapi kebanyakan yang masih tidak peduli terhadap kebersihan lingkungannya. Walaupun ada selogan  “jagalah kebersihan” atau “buanglah sampah pada tempatnya”. Tetapi tetap saja sampah-sampah berserakan dimana saja.
Dari rasa kepedulian saya terhadap masalah itu. Saya memulai dari diri sendiri untuk belajar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Mungkin itu tidak ada perubahan terhadap masalah sampah tapi sedikitnya bisa menginspirasi orang lain. Saya selalu TSP  yang artinya . . .
T : Tahan dari buang sampah sembarangan.
S : Simpan sampah pada tempatnya.
P : Pungut sampah insyaallah Shodakoh.
Dari situ saya mulai berpikir untuk mengatasi sampah –sampah yang aku simpan itu bagaimana kalau dibuat suatu karya dari sampah? Kemudian saya berimajinasi dan beraksi memulai membuat suatu karya dari sampah. Inilah beberapa karya dari sampah .

karya ini menceritakan anak yang mempunyai hati yang mulia. sering kali kita melihat anak itu dari luar tidak baik, jelek, nakal, dll. tetapi kita tidak melihat apa yang terdapat di dalam diri anak. Dari karya ini menunjukan walaupun dari bentuk asli kelihatan kurang bagus tetapi bayangannya.






Rabu, 09 Januari 2013 0 komentar

Menggali Visi Hidup dengan Analisis Tulisan Tangan


Menggali Visi Hidup dengan Analisis Tulisan Tangan
Asep Suhendar S

.
            Tanggal 19-21 Desember saya mengikuti lokakarya yang diadakan oleh Kail, yaitu Lokakarya Menggali Visi Hidup dengan Analisis Tulisan Tangan. Lokasinya di Villa Cikahuripan, jalan Kolonel masturi, Lembang. Lokakarya ini langsung difasilitasi oleh narasumber yang sangat berpengalaman dibidangnya, yaitu Bayu Ludvianto. Lokakarya ini KAIL lakukan sebagai hari ulang tahun yang ke-10 dan mengundang teman-teman anggota, relawan Kail dan jaringan terdekat Kail. Villa tempat kami menginap sangat indah sekali untuk menikmati pemandangan alam yang asri.
Ini pengalaman pertama saya mengikuti lokakarya. Saat pertama datang ke lokasi kami disuguhkan dengan lukisan alam yang begitu menabjubkan. Udara yang begitu dingin ditambah dengan gemercik air hujan yang membasahi bumi ini membuat saya harus memakai baju hangat double. Sore itu kami disugguhkan dengan bubur ketan hitam dan teh hangat. Kemudian kami registrasi dahulu dan pembagian kamar.
Tepat pukul 19.30 kami berkumpul di sebuah aula untuk melakukan lokakarya. Hari pertama itu perkenalan tentang KAIL oleh mbak Any. Kemudian dilanjutkan ice breaking dan perkenalan seluruh peserta lokakarya. Pesertanya terdiri berbagai kota, ada yang dari Jakarta, Padang, Bogor, dan Bandung. Setelah itu peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menceritakan harapan yang akan didapat dari lokakarya ini. Semua orang saling menceritakan harapannya masing-masing di dalam kelompok tersebut. Setelah semuanya selesai mencaritakan harapannya, perwakilan dari setiap kelompok merangkum semua harapan dari anggota kelompok tersebut. Dari kesimpulan yang saya dapatkan dari semua peserta yaitu ingin lebih mengenal dirinya sendiri dan bisa berguna untuk orang lain.
            Sebelum kegiatan hari pertama selesai ada sambutan dan prakata dari fasilitator lokakarya yaitu pak Bayu Ludvianto. Pak Bayu sungguh sangat senang sekali bisa hadir dan berbagi ilmu di lokakarya ini. Karena biasanya lokakarya yang difasilitasi oleh beliau ini dilakukan dalam dua hari penuh dan itu biayanya lumayan besar. Lokakarya ini akan dilakukan dalam satu setengah hari dan peserta tidak dipungut biaya. Kemudian pak Bayu memberikan PR sebelum hari esok belajar Graphologi, peserta harus membaca dahulu buku Analisis Tulisan Tangan. Hari pertama pun ditutup dengan do’a.
            Udara yang  begitu dingin menusuk ke dalam tubuh. Mentari mulai muncul di ufuk timur menghangatkan tubuh yang menggigil kedinginan. Setelah mandi dan sudah bersiap untuk belajar grapho kami disediakan sarapan dahulu.
Tepat pukul 08.00 kami masuk ke aula lokakarya dan sambut oleh pak bayu dan rekan-rekan. Semua peserta duduk melingkar di sebuah kursi. Pertama-tama diawali oleh mas Andri memperkenalkan profil tentang pak Bayu dan sharing sedikit tentang pengalaman mas Andri saat belajar Grapho. Kemudian mas Andri mempersilahkan kepada pak Bayu sebagai fasilitator lokakarya ini. Sesi pertama itu pengenalan tentang Grapho dan sharing pengalaman pak Bayu.
            Pak Bayu itu seorang dosen yang mengundurkan diri sebagai dosen dan sekarang sebagai trainer Grapho. Cerita pak Bayu begitu inspirasi sekali. Selanjutnya pak Bayu menanyakan kepada para peserta “Mengapa anda ingin mengikuti lokakarya ini?”
Karena saya ingin lebih mengenal diri lebih jauh dan bisa berguna bagi orang lain” Jawaban salah satu peserta. Setelah itu pak Bayu memberikan dua lembar kertas yang berisikan kotak-kotak dan ada gambar yang harus ditambahkan untuk menjadi sebuah gambar yang menarik. Semua peserta berkreasi membuat sebuah gambar yang ada di kertas itu. Gambar pertama itu ada lingkaran di dalam sebuah persegi. Lalu para peserta menggambarkan dalam bentuk macam-macam, ada yang menggambar jadi matahari, bunga, wajah senyum, jam weker, dll. Dari gambar pertama itu menunjukan citra dirinya sendiri.
            Para perserta diberi lagi beberapa kertas HVS kemudian pak Bayu mendiktekan sebuah kalimat. Setelah selesai para peserta disuruh menuliskan kembali kalimat tersebut dengan tekanan yang sangat kuat saat menulis kalimat tersebut. Yang kedua menulisnya dengan kecepatan yang sangat cepat. Lalu menulis dengan huruf yang sangat kecil sekali, tekahir menulis dengan huruf yang sangat besar sekali. Kemudian pak Bayu menanyakan “Bagaimana perasaan saat menulis seperti itu?”. Semua peserta menjawab sangat tidak nyaman.
Yah itulah berbagai macam tulisan yang nanti kita akan lihat saat menganalisis tulisan tangan. orang yang menulis dengan kecepatan tinggi dia itu suka berpikir cepat, tetapi kurang komunikatif. Orang yang tulisan begitu besar dia itu ingin mendapatkan perhatian.
            Kemudian para peserta disuruh untuk berpasangan untuk membacakan dan menerangkan pola penulisan yang ada di layar secara bergantian. Setelah dua pembahasan para peserta disuruh mencari pasangan baru lagi untuk membacakan dan menjelaskan pola penulisan yang ada di layar secara bergantian lagi. Kemudian para peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok berkunjung ke tiap stand, ada tentang margin, base line, ukuran tulisan, dan tekanan tulisan. Para peserta bertanya tentang bagaimana idealnya margin, ukuran dan apa sih karakter seseorang ada yang unik dari tulisan tangannya? Itu dijelaskan disetiap stand.

Para peserta melihat pola penulisan di stand mbak Ani.

Para peserta lagi memperhatikan mas Andri sedang menjelaskan tentang pola penulisan.

Setelah semua kelompok berkeliling dan bertanya-tanya ke setiap stand lalu istirahat break snack dulu. Selesai break snack kegiatan dilanjutkan kembali seperti tadi peserta berpasangan untuk membacakan dan menjelaskan pola penulisan yang ada di layar. Lalu berkelompok lagi berkeliling dan bertanya disetiap stand. Waktu begitu tidak terasa sudah saatnya makan siang. Semua peserta makan siang dulu, makanannya benar-benar nikmat J.
            Setelah makan siang sekitar pukul 14.00 kami masuk ke aula lagi untuk melanjutkan kegiatan. Sebelum melanjutkan penjelasan tentang pola penulisan kami melakukan ice breaking dulu. Ice breakingnya semua peserta mengikuti gerakan mentor yang ada di depan. Semua peserta terlihat semangat dan ceria mengikuti gerakan – gerakannya. Semua peserta lebih bersemangat mengikuti kegiatan selanjutnya. Para peserta berpasangan kembali dan membacakan dan menjelaskan pola penulisan selanjutnya secara bergantian. Saat penjelasan tentang huruf-hurf unik dan tanda tangan pak bayu yang menjelaskannya. Para banyak menanyakan saat penjelasan huruf-huruf unik. Setelah selesai menjelaskan yang terakhir para peserta kembali ke kelompoknya untuk berkeliling dan bertanya kepada stand pola penulisan. Ada sebelas pola penulisan yaitu margin, spasi, baseline,size atau ukuran tulisan, tekanan tulisan, zona penulisan, kemiringan tulisan, jenis huruf dan sambungan, kecepatan penulisan, huruf-huruf unik, dan tanda tangan. kemudian kami istirahat kembali sholat magrib dan makan malam.  
            Sekitar pukul 19.30 kami masuk kembali melanjutkan materi selanjutnya. Sekarang para peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Kemudian setiap kelompok mempersentasikan salah satu materi pola penulisan yang tadi dibahas. Kelompok pertama akan mempersentasikan tentang huruf-huruf unik. Kelompok kedua akan mempersentasikan tentang kemiringan tulisan. Kelompok tiga akan mempersentasikan zona penulisan. Persentasinya cukup unik karena persentasinya menggunakan alat peraga. Kelompok pertama dikasih boneka, kelompok kedua alat-alat dapur, dan kelompok ketiga dengan tarian.
Kelompok pertama mempersentasikan menggunakan media boneka untuk menjelaskan pola penulisan huruf-huruf unik, persentasinya sangat seru semua orang pada ceria melihat penampilan dari kelompok pertama.
Kelompok kedua mempersentasikan menggunakan alal-alat dapur untuk menjelaskan pola penulisan kemiringan tulisan. Mereka membuat music dari alat-alat dapur itu. Suasana semakin rame dengan gembrang-gembrung musik dapur itu.
Terakhir kelompok ketiga mempersentasikan menggunakan tarian untuk menjelaskan zona penulisan. Mereka menari dengan penuh keceriaan dan semua peserta sangat terhibur.
            Kemudian kelompok tersebut membuat kolom dari ketas besar tentang pola penulisan. Kolomnya tidak di tulis oleh tulisan tangan tetapi menggunakan gambar yang ada di majalah. Semua peserta menempelkan gambar yang sesuai dengan karakter dari pola penulisan yang sebelas itu. Waktu sudah menunjukan pukul 22.00 akhirnya kegiatan pun ditutup. Setelah selesai para peserta ngobrol-ngobrol dan ada api unggun sama bakar-bakar jagung. Walaupun hujan gerimis tetapi kegiatan api unggun dan bakar-bakar jagung tetap berlangsung. Suasana kebersamaan dan persaudaraannya begitu terasa saat bercanda sambil bakar jagung di udara yang sangat dingin itu.
            Esok harinya kegiatan dilanjutkan kembali. Kemudian pak Bayu memberikan contoh hasil penelitian tulisan tangan. Lalu pak Bayu menaruh berbagai macam tulisan tangan untuk diamati oleh semua peserta. Semua peserta pun berkeliling melihat semua tulisan yang ada di depan dan menanyakan karakteristik  seseorang tulisannya seperti ini atau seperti itu.
Setelah setengah jam mengamati berbagai macam tulisan saatnya mengamati tulisan para peserta yang sebelum lokakarya diberi PR menulis. Para peserta berpasangan dan mengamati tulisan pasangannya. Kemudian dijelaskan ke pasangannya hasil pengamatan itu. Waktu begitu tidak terasa sudah pukul 11.30 kegiatan lokakarya menggali visi pribadi dengan tulisan tangan diakhiri dengan foto bersama. KAIL juga memberikan kenang-kenangan kepada Pak Bayu Ludvianto dan rekan-rekan.

Foto bersama peserta bersama Pak Bayu Ludvianto sebelum lokakarya ini diakhiri.

Penyerahan kenang-kenangan kepada Pak Bayu Ludvianto dan rekan-rekan.

Lokakarya ini sungguh sangat berguna sekali bagi saya. Saya lebih mengenal tentang diri saya sendiri. Kemudian saya juga mendapatkan inspirasi dan motivasi dari lokakarya ini.
Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KAIL telah mengundang saya untuk mengikuti lokakarya ini.
Selasa, 11 Desember 2012 0 komentar

Belajar Kehidupan di Kota Bandung



Belajar kehidupan di kota bandung
Oleh : Asep Suhendar S

“Horee . . . jalan-jalan dan bermain ke kota Bandung” teriak anak-anak dengan wajah dan hati penuh keceriaan.
.
Mentari menyinari dengan penuh kehangatan. Pagi itu saya berangkat ke kota Bandung bersama anak-anak pelangi. Ada sebagian anak-anak yang baru pertama kali mereka bermain ke kota bandung. Saya mengajak mereka ke salah satu universitas swasta di bandung untuk menjadi menjadi objek penelitian dalam praktikum tes psikologi. Setelah selesai praktikum saya mangajak mereka ke gramedia. Tetapi saya tidak memberitahu dimana gramedia itu berada. Saya memberi kata ajaib kepada “ bertanya”. Mereka semua sudah paham dengan kata ajaib itu. Dengan segera mereka langsung action. Mereka menanyakan gramedia kepada orang lain yang mereka temui.

 
     Perjalanan menuju gramedia. Anak-anak mau bertanya dimana gramedia itu.

Di perjalanan menuju gramedia kami melihat potret kehidupan anak-anak jalan, pengemis. Mereka sedang makan di suatu tempat berkumpul. Ada yang sedang bermain, ngobrol-ngobrol, dan melakukan aktivitas lainnya. Kami semua bersyukur masih punya keluarga, rumah. Dari situ anak- anak lebih menghargai orang lain dan lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang.
Akhirnya ketemu juga . . . . .
“Horeee . . . oh ini toh gramedia teh hehehehe”  teriak anak-anak saat menemukam gramedia.
Kami langsung masuk  ke gramedia dan menitipkan dulu barang bawaan kami. Anak-anak merasa berbeda berada di gramedia. Ruangannya terasa dingin padahal terik matahari begitu menyengat dari luar. Sebagian  anak-anak yang baru pertama kali juga mereka berada di ruangan ber-AC. Kami membaca buku-buku yang ada di gramedia. Banyak buku yang bagus-bagus. 

 
         Anak-anak sedang membaca buku-buku yang ada di gramedia.


Sesudah mereka puas membaca buku. Mereka berjalan ke lantai dua. Ternyata mereka bukan mau membaca lagi tetapi mereka malah bermain di escalator. Mereka turun naik escalator. Begitu lucunya kelakuan mereka. Saya sangat senang melihat keceriaan mereka.
Setelah itu saya mengajak mereka ke tempat orang – orang yang hidupnya mewah. Saya mengajak mereka ke mall. Kami mengamati orang – orang yang berada di sana. Berbeda sekali dengan orang- orang yang tadi kami lihat diperempatan jalan. Dari situ kami sangat bersyukur dengan keaadaan kami yang seperti ini. Kami masih bisa sekolah, bermain dengan ceria, jalan-jalan bersama teman-teman, dan lain-lain. Tetapi tidak seperti anak-anak yang ada di perempatan jalan tadi. Mereka tidak bisa sekolah, tidak bisa bermain dengan ceria seperti kita. Mereka itu beraktivitas dengan mencari uang untuk makan, untuk menyambung hidupnya, untuk membeli sebungkus nasi. Panas hujan silih berganti tetapi mereka tetap berusaha mencari uang dengan mengamen, meminta-minta, menjual angsongan.
“hey teman-teman disini banyak escalatornya horee .  . . “ sahut salah satu anak kepada teman-tamannya.
 Mereka begitu senang dengan tangga berjalan itu. Beberapa kali mereka turun lagi ke tangga bawah saat mau sampai ke lantai atas. Mereka begitu senang, ceria, gembira.
Waktu begitu cepat matahari sudah sedikit ditelan bumi. Kami pun turun ke lobi menunggu angkot yang jemput. Banyak sekali pelajaran hidup yang kami dapatkan dari kota Bandung tercinta ini.  Pengalaman yang sangat terkesan di hati yaitu meraka tidak memakan langsung makanan atau bingkisan yang diberi oleh mahasiswa yang melakukan penelitian tes intelegensi. Makanan itu mau dimakan bareng sama ayah, ibu, dan adik mereka. Tepatnya dimakan bersama keluarga mereka. :)
“semua ini untuk oleh-oleh pulang ke rumah dan makan bersama keluarga”. Seru anak-anak.






Mereka anak-anak yang hebat. Anak-anak yang cinta dan sayang sama keluarga. Anak-anak besar hati untuk selalu berbagi.
Itulah yang terkesan di hati saya. Mereka begitu ingat dengan keluarganya walaupun porsi makanan itu hanya untuk satu orang. Saya banyak belajar dari anak-anak. Terima kasih anak-anak. Kakak banyak belajar dari kalian semua. :)
Minggu, 02 Desember 2012 0 komentar

Kegiatan Rumah Pelangi



Kegiatan Rumah Pelangi
Oleh : Asep Suhendar S

Minggu, 2 desember   2012
Anak – anak begitu ceria dan bersemangat belajar, berkarya dan bermain di rumah pelangi. Walaupun hujan dan panas mereka tidak pernah mengeluh untuk belajar, berkarya dan bermain di rumah pelangi.



Sebelum mulai belajar, berkarya dan bermain kami semua berdo’a dulu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Minggu, 18 November 2012 0 komentar

Celotehan di Angkot



Celotehan di Angkot
Oleh : Asep Suhendar S

“ Ibu kerja buat apa? Nyari uang buat makan keluarga, sekolah kamu, beli baju kamu. Ibu, satu jam dapat uang berapa? Sekitar seratus ribu nak? Emang kenapa nak? Ibu, jika aku punya uang sepuluh ribu, aku bisa dapat waktu bersama ibu berapa lama?”
Kamis, 21 Juni 2012 1 komentar

Membaca itu asyik


Membaca itu asyik



Bahan atau sumber membaca itu adalah BUKU.  Buku adalah pengusung peradaban, tanpa buku sejarah diam, sains lumpuh, sastra bungkam, dan pemikiran macet.
Buku adalah mesin perubahan, jendela dunia mercusuar yang dipancangkan di samudera waktu (barbara tuchman, 1989). Buku itu sangat penting bagi kita terutama dalam kegiatan baca tulis. Membaca seolah menjadi kegiatan yang tidak bisa dielakan lagi dalam pendidikan bangsa mana pun dan generasi kapan pun.
Terus bagaimana dengan negara kita???? (----__----)

Dari data UNDP tahun 2005 menunjukan bahwa indonesia mempunyai nilai cukup tinggi dalam melek huruf yaitu 87,9 tetapi negara kita masih dikategorikan masyarakat miskin. Because masyarakat kita dalam kegiatan membacanya masih pada melek huruf belaka maksudnya kemampuan baca masyarakat yang sebatas mengeja dan mengenal huruf saja. Masyarakat hanya pada tahap ini saja, tetapi harus sampai fungsional atau budaya.
Dengan budaya membaca kita dapat meningkatkan knowladge, skill, mampu membuat keputusan dan memecahkan masalah bahkan dapat meningkatkan kualitas kerja.  Akan tetapi sangat disayangkan masyarakat kita uth lebih banyak menonton TV dibandingkan membaca.  Maybe menonton TV lebih mudah diserap karena informasi tersaji tidak usah diolah dalam berbagai sisi dan persepsi.

Namun kegiatan membaca bermanfaat dalam jangka panjang terutama dalam hal kesejahteraan. Sebagai contoh yang dikutip dari koran pikiran rakyat. 19 mei 2011 “ kiswanti, tukang jamu asal bogor yang selalu menyelipkan buku saat berjualan agar pelanggannya tertarik membaca buku dan sekarang dia mempunyai warung baca”. Itulah membaca dapat mencapai kesejahteraan.

Membaca membuat kita senang, contohnya saat membaca novel misalnya, kita tuh dapat menggambarkan sitokoh sesuai dengan imajinasi kita. Kita dapat berimajinasi semau kita tidak ada batasnya.
Dalam dunia ini tidak luput dari membaca, mulai dari pertama kita membuka mata sampai menutup mata.  Setiap hari kita selalu membaca namun, itu tidak disadari oleh kita.

Menurut saya membaca itu dapat membuat kita senang, nyaman, bisa berimajinasi, menambah wawasan, menambah pertemanan, dapat sharing knowladge.
Suatu saat nanti saya ingin membuat TAMAN BACAAN agar masyarakat di kampungku wawasannya bertambah terutama pada generasi muda termasuk saya. siapa lagi???
Bisa jadi dengan membaca dan meningkatkan budaya membaca bangsa INDONESIA menjadi negara yang maju like as negara-negara maju dengan budaya membacanya.
Sebagai generasi muda kita harus bisa memajukan negara tercinta kita INDONESIA. Kalau bukan kita

So, let’s we are reading!!!!
 
;