Selasa, 10 September 2013 2 komentar

Hidup Ini Penuh Kejutan

Asep Suhendar S



   Sayup-sayup suara adzan shubuh  menyelusup lewat sela-sela ventilasi jendela. Suara yang begitu sejuk untuk memulai hari dengan sujud kepada Sang Maha Pencipta.Aku sudah siap di atas sajadah di samping kanan tempat tidurku.Wajahku masih terlihat basah oleh titik-titk air wudhu, aku pun bertakbir untuk memulai shalat.

    “ Allahu Akbar.”

Pagi itu  terasa sejuk, suara hening yang menenangkan hati. Aku berserah diri kepada Sang Maha Pencipta. Aku berdoa agar lulus dalam tes SNMPTN.

Kisah ini berawal saat aku mengikuti SNMPTN 2011 jalur undangan  yang diajukan beasiswa bidikmisi oleh sekolah. Aku sangat senang sekali karena waktu itu aku ingin sekali melanjutkan kuliah.Tapi keluargaku tidak memberikan motivasi karena tidak mampu untuk membiayainya. Saat sekolah di SMK juga, keluargaku  sudah tidak mampu membiayai, Alhamdulillah ALLAH SWT memberikan aku jalan untuk biaya sekolah. Aku berdagang di pamanku dan uang itu untuk membiayaiku sekolah.Dan Alhamdulillah aku juga mendapatkan beasiswa di sekolahku.

Tanggal 18 juli 2011 pengumuman SNMPTN jalur undangan, dengan segera aku pergi ke warnet untuk melihat pengumuman itu. Saat aku login dan melihat pengumuman itu ternyata aku dinyatakan . . . . “ tidak lulus “. Tapi aku masih nggak percaya sekali lagi aku login dan hasilnya tetap saja dinyatakan tidak lulus. Aku sempat lemas saat duduk depan komputer, diam membisu pandangan yang kosong. Aku sedih, kecewa dengan apa yang ku lihat saat itu.Aku menarik  napas panjang sambil sesekali mengeluh pelan di sudut sekatan yang memisahkan komputer satu dan komputer yang lain. Aku duduk di sebuah kursi yang bahkan tidak mampu memberikan kesempatan pada tulang punggungku  untuk sekedar bersandar dengan nyaman. Entah sudah berapa jeda waktu aku berdiam di warnet.

    “Ya Allah … apa dosaku?!” hatiku mengeluh sekaligus mencoba instropeksi diri. Mataku terpejam.Tak mampu aku manatap pengumuman SNMPTN yang ada di komputer.
    “ Mengapa Kau timpahkan ini kepadaku?! Tak berhakkah aku mengecap bangku kuliah?” Kecamuk tanya terus bersahut dalam hati dan pikiranku.
“ Sep . . . .!!” Tiba-tiba terdengar suara sapaan yang memecah lamunanku.
Lalu aku menoleh.Disampingku telah berdiri temanku linardi.
“ Gimana sep kamu lulus?” Tanya linardi.
“ Aku belum lulus di . . . tapi aku nggak akan menyerah,” jawabku yang mencoba untuk tegar.

Linardi pun mengajak aku ke sekolah karena ada informasi tentang perpisahan kelas Sembilan.
Hatiku kembali merasakan perih. Pengumuman bahwa aku tidak lulus tes SNMPTN telah membelah-belah hatikku. Separuh semangatku masih tidak mampu menompangku untuk bangkit.Sengaja hari itu sepulang sekolah aku memilih tidur, mematikan hp, mengunci kamar karena aku membutuhkan suasana sendiri untuk membuang kesedihan.

Kadang kala setiap orang membutuhkan waktu untuk sendiri.Bukan cengeng. Tapi dengan sendiri kita akan menemukan detil-detil rasa yang ada di hati, yang ketika di keramaian sulit kita sadari. Sendiri kadang juga membuat kita mampu menyelami kebeningan hati, hingga sanggup mengenali diri sendiri,yang ketika di keramaian nampak selalu terlihat sempurna.
Aku merebahkan tubuh dan jiwaku yang lelah. Tidurku diniatkan sebagai doa dan kepasrahan kepada Tuhan yang telah memberikan segalanya selama ini. Tidak ada mimpi yang menemaniku.
Beberapa hari kemudian aku dikasih tahu oleh temanku.Aku masih bisa mengikuti SNMPTN jalur tes.Dengan segera aku berangkat ke warnet untuk daftar SNMPTN jalur tes secara online.Namun saat aku membaca cara-cara pendaftarannya.Aku harus membayar administrasi dulu sebelum daftar.Keinginanku kandas lagi untuk kuliah.Uang di tabunganku hasil dari berdagang batagor aku ambil untuk diberikan kepada ayahku karena saat itu beliau tidak bekerja dan lagi membutuhkan uang.Lagi-lagi aku diselimuti kesedihan.Namun aku mencoba bangkit dari kegagalan dan kesedihan ini.Aku tak mau terus-menerus meratapi kegagalan yang aku alami.

Aku mencoba intropeksi diri apa yang membuatku belum bisa kuliah. Apa aku terlalu menyepelekan tes itu? Apa aku terlalu sombong sehingga melupakan ibadah kepada Allah SWT? Apa aku  . . .?? Aku mulai bertanya-tanya pada diri sendiri.
Aku meningkatkan lagi beribadah kepada Allah SWT.Tak  lupa juga berikhtiar mencari-cari informasi dan mencari uang dengan berdagang batagor untuk biaya kuliahku nanti. Di minggu akhir bulan juli aku mendapat informasi dari temanku.Pendaftaran Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) telah dibuka.Tanpa basa-basi aku langsung mengisi formulir pendaftaran. Aku juga mengajak Rendy mengikuti tes STAN, saat itu rendy juga tidak lulus tes POLBAN. Alhamdulillah seleksi administrasi kami lulus karena nilai kami memenuhi syarat. Namun lagi-lagi aku gagal saat seleksi ujian tertulis.Tentunya aku larut dalam kesedihan lagi tetapi kali ini aku menerima kegagalan yang ku alami.Mungkin Allah SWT telah merencanakan sesuatu yang terbaik kepadaku dengan memberikan kegagalan-kegagalan ini.

Setelah kegagalan-kegagalan itu menerpaku.Aku banyak membaca buku-buku motivasi.Ini membuatku mendapatkan suntikan semangat baru.
Suatu hari Aku dan Rendy pergi ke rumah Anggara untuk sharing, soalnya dia kuliah jurusan Psikologi.Aku mendapatkan lagi motivasi dan semakin bersemangat dalam menghadapi semua ini.Setelah cukup lama kami ngobrol-ngobrol kemudian anggara merekomendasikan buku “10 Pesan Terlarang & 1 Wasiat Tersembunyi”.

Setelah membaca buku itu aku semakin bersemangat dalam menghadapi kegagalan yang menerpaku. Di riwayat penulis terdapat nomor ponsel penulis( kang Duddy).Lalu aku tulis nomor kang duddy tapi aku belum berani menghubunginya. Tetapi aku bergabung di komunitasnya kang duddy
Aku bermain ke rumah Arif. Dia itu temanku sejak kecil walaupun lebih dewasa dariku.Karena waktu kecil itu selain aku bermain dengan teman sebayaku juga sering diajak bermain dengannya.Dia sudah mengetahui kondisi keadaan keluargaku yang semenjak ibuku meninggal. Aku bercerita kalau kegagalan SNMPTN lalu menunjukan buku kang duddy. Arif tertarik juga dan menulis no ponsel kang duddy yang ada di buku itu. Hari berikutnya aku dilhubungi oleh arif  kalau dia udah menghubungi kang duddy. Setelah itu aku juga langsung menghubungi kang duddy.

Saat aku melihat di grup komunitas kang duddy ada kegiatan bermain dan belajar di Mentari.Kemudian aku
menanyakan dimana mentari itu?

Mentari itu bertempat di jalan dago golf, sebelum hari H aku sama rendy bermain ke mentari dulu karena aku belum tahu daerahnya dimana. Ini kali pertama aku mengetahui daerah di kota bandung. Aku hanya tahu daerah kota bandung itu cuma ITC kebon kelapa itupun cuma tiga kali ke kebon kelapa diajak sama kakakku hihihi.  Aku menikmati sekali bermain ke dago itu yang biasanya lihat dago itu hanya dari televisi tapi sekarang aku langsung bermain ke daerah dago. Setelah sampai di dago golf saya bertanya-tanya ke orang sekitar Rumah Mentari.Ada yang menunjukan di sebelah warung kopi.Aku langsung mendekati rumah mentari itu tetapi tidak masuk cuma memastikan tempatnya aja supaya tidak linglung/nyasar  hehehe.Saat hari H aku mengajak rendy nggak bisa ke mentari karena sakit.Akhirnya aku pergi ke mentari sendiri menggunakan angkot. Ternyata saat aku  tiba di dago golf yang ditunjukan tempo hari sama seseorang itu bukan rumah mentari. Aku bertanya-tanya kembali kepada orang sekitar dan tidak ada yang mengetahui. Hampir satu jam aku mencari-cari Rumah Mentari, aku  juga menghubungi kang duddy tetapi tidak aktif karena beliau lagi seminar. Aku terus berusaha mencari Rumah Mentari karena jauh-jauh dari baleendah ke dago golf. Sudah satu jam aku bertanya – Tanya, aku pun istirahat di warung dekat pangkalan ojek. Aku mencoba bertanya kembali dan ini yang terakhir kalau tidak mengetahui aku akan pulang. Ternyata Alhamdulillah ada salah satu tukang ojek yang mengetahui rumah mentari, akhirnya aku diantar sama tukang ojek itu.

Sesampainya di Rumah Mentari saya sangat terkejut ternyata itu adalah rumah belajar.Saya kira Rumah Mentari itu tempat komunitasnya kang Duddy untuk sharing, melakukan kegiatan pengembangan diri.Saya bingung saat pertama datang oleh salah satu pengurusnya Rumah Mentari yaitu Bu Dewi, saya disuruh mengajar anak-anak Rumah Mentari.  Jujur saya bingung mengajar apa ??soalnya waktu itu saya ingin mendapatkan motivasi untuk bisa bangkit dari kegagalan – kegagalan yang saya alami. Dengan pengetahuan yang saya miliki dan saya dapatkan dari sekolah saya aplikasikan kepada mereka. Saya ingat waktu itu mengajar matematika, bercerita tentang pengalaman menarik mereka, dan bermain.Momen yang menyenangkan itu saat mendengarkan cerita pengalaman menarik mereka.Dari situ saya meresa nyaman saat belajar dan bermain dengan anak-anak.Saya mendapatkan motivasi dan semangat baru untuk menjalani hidupku ini. Setiap hari minggu saya suka ke Rumah Mentari selain mengajar anak-anak, saya juga belajar bersama kakak-kakaknya untuk persiapan tes SNMPTN tahun 2012.
 
                                Saat bermain di Marbella (Dago Resort) .
 Setelah dua bulan sering ke Rumah Mentari, saya mulai berpikir dan bertanya-tanya pada diri sendiri. “Kenapa saya bisa dekat sama anak-anak di Rumah Mentari (Dago) sementara di kampung sendiri tidak terlalu dekat?” Dari pertanyaan itu saya mulai belajar beradaptasi dengan anak-anak di kampung saya. langkah awal yang saya lakukan yaitu suka dengan anak-anak dan dunia mereka. Ternyata saya lebih enjoy lagi, mendapatkan semangat dan motivasi yang tinggi untuk terus  belajar.

17 Desember 2011

Saya berdiskusi untuk mendirikan Rumah Belajar sama sahabat DJH (Dina Jero Hate)  yaitu Rendy. Setiap hari saya sebelum saya berjualan batagor selalu menyempatkan waktu kira-kira 2 jam untuk bermain sambil belajar sama anak-anak kampungku. Setelah seminggu saya bermain dan belajar bersama mereka. Saya berdiskusi memberikan nama rumah belajar ini. “adik-adik kakak kan di Dago bermain dan belajar namanya Rumah Mentari, kalau kita nama rumah belajarnya apa yah? Ada yang punya ide? ” tanyaku.
Anak-anak semuanya berfikir mencari nama rumah belajarnya.

“ aku kak ada namanya Rumah Hujan, sekarang kan lagi musim hujan,” jelas salah satu adik.
“ jangan kak kalau Rumah Hujan tuh selalu sedih,” komentar dari adik-adik.
“ apa atuh?? Oiya kakak mau cerita sedikit selama bermain dan belajar sama kalian. Kakak senang sekali bisa bermain dan belajar sama kalian karena kalian itu memberikan warna dalam hidup kakak,” ujarku.
Sebelum saya melanjutkan cerita salah satu adik menyambar perkataan dia bilang  “Rumah Pelangi” dan semua adik-adik menyetujui namanya Rumah Pelangi.
“ Kenapa namanya Rumah Pelangi,” tanyaku.

Mereka menjelaskan karena kata kakak kan kita itu selalu memberikan warna – warni dalam hidup kakak dan semoga dengan namanya Rumah Pelangi bisa memberikan warna-warni untuk masyarakat kita khususnya dan umumnya untuk Indonesia.


  inilah adik-adik yang pertama saya  bermain dan belajar sama anak-anak, juga yang memberikan nama Rumah Pelangi.

1 Januari 2012

Saya dan rendy mempersiapkan segalanya untuk meresmikan Rumah Pelangi walaupun tidak seresmi yang di televise-televisi. Alhamdulillah adik-adik sangat antusias untuk bermain sambil belajar di Rumah Pelangi. Tepat di tanggal 6 januari 2012 kami meresmikan Rumah Pelangi bersama adik-adik. Dengan modal peduli dan di dorong dengan senyum semangat & ceria. Setiap minggu adik-adik bertambah banyak dan saya sama rendy kelawahan. Akhirnya rendy mengajak teman-teman untuk berkegiatan di Rumah Pelangi. Alhamdulillah ternyata ada teman-teman yang mau bergabung untuk berbagi bersama adik-adik. Kami sangat senang saat bermain bersama, penuh dengan keceriaan dan semangat.






                                                                   *bersambung*
Senin, 25 Maret 2013 0 komentar

Indahnhya Menikmati Sore Dengan Kakak-Kakak Rumah Pelangi


Indahnhya Menikmati Sore Dengan Kakak-Kakak Rumah Pelangi
Karya : Salamaturrobi’ah



Oh betapa indahnya . . .
Bisa menikmati sorenya hari bersama kakak-kakak Rumah Pelangi
Dengan ide kakak-kakak yang membuat kami ceria
Aku senang bisa mendengar murid rumah pelangi tertawa dengan riangnya
Aku pun meraba sudah banyak yang mengumpulkan karyannya

Oh inilah kisah yang sangat menyenangkan bagiku bersama kakak-kakak pelangi
Menikmati indahnya sore hari
Aku pun tidak akan melupakan hal terindah ini selamannya

  

gambar dari puisi salama

               
Rabu, 06 Maret 2013 1 komentar

Itulah Sampah


        Nggak semua sampah itu merugikan lho . . .  !!!
Masalah sampah itu memang tidak akan pernah selesai jadi bahan pembicaraan terjadinya banjir. Banyak musibah terjadi karena masalah sampah seperti banjir. Baru-baru ini semua Indonesia mengetahui informasi semua daerah di Jakarta terkena banjir. Itu pertanda teguran dari Tuhan Yang Maha Esa terhadap kita semua untuk senantiasa selalu menjaga kebersihan lingkungan. Mungkin sebagian orang sudah menjaga kebersihan lingkungan tapi kebanyakan yang masih tidak peduli terhadap kebersihan lingkungannya. Walaupun ada selogan  “jagalah kebersihan” atau “buanglah sampah pada tempatnya”. Tetapi tetap saja sampah-sampah berserakan dimana saja.
Dari rasa kepedulian saya terhadap masalah itu. Saya memulai dari diri sendiri untuk belajar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Mungkin itu tidak ada perubahan terhadap masalah sampah tapi sedikitnya bisa menginspirasi orang lain. Saya selalu TSP  yang artinya . . .
T : Tahan dari buang sampah sembarangan.
S : Simpan sampah pada tempatnya.
P : Pungut sampah insyaallah Shodakoh.
Dari situ saya mulai berpikir untuk mengatasi sampah –sampah yang aku simpan itu bagaimana kalau dibuat suatu karya dari sampah? Kemudian saya berimajinasi dan beraksi memulai membuat suatu karya dari sampah. Inilah beberapa karya dari sampah .

karya ini menceritakan anak yang mempunyai hati yang mulia. sering kali kita melihat anak itu dari luar tidak baik, jelek, nakal, dll. tetapi kita tidak melihat apa yang terdapat di dalam diri anak. Dari karya ini menunjukan walaupun dari bentuk asli kelihatan kurang bagus tetapi bayangannya.






Rabu, 09 Januari 2013 0 komentar

Menggali Visi Hidup dengan Analisis Tulisan Tangan


Menggali Visi Hidup dengan Analisis Tulisan Tangan
Asep Suhendar S

.
            Tanggal 19-21 Desember saya mengikuti lokakarya yang diadakan oleh Kail, yaitu Lokakarya Menggali Visi Hidup dengan Analisis Tulisan Tangan. Lokasinya di Villa Cikahuripan, jalan Kolonel masturi, Lembang. Lokakarya ini langsung difasilitasi oleh narasumber yang sangat berpengalaman dibidangnya, yaitu Bayu Ludvianto. Lokakarya ini KAIL lakukan sebagai hari ulang tahun yang ke-10 dan mengundang teman-teman anggota, relawan Kail dan jaringan terdekat Kail. Villa tempat kami menginap sangat indah sekali untuk menikmati pemandangan alam yang asri.
Ini pengalaman pertama saya mengikuti lokakarya. Saat pertama datang ke lokasi kami disuguhkan dengan lukisan alam yang begitu menabjubkan. Udara yang begitu dingin ditambah dengan gemercik air hujan yang membasahi bumi ini membuat saya harus memakai baju hangat double. Sore itu kami disugguhkan dengan bubur ketan hitam dan teh hangat. Kemudian kami registrasi dahulu dan pembagian kamar.
Tepat pukul 19.30 kami berkumpul di sebuah aula untuk melakukan lokakarya. Hari pertama itu perkenalan tentang KAIL oleh mbak Any. Kemudian dilanjutkan ice breaking dan perkenalan seluruh peserta lokakarya. Pesertanya terdiri berbagai kota, ada yang dari Jakarta, Padang, Bogor, dan Bandung. Setelah itu peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menceritakan harapan yang akan didapat dari lokakarya ini. Semua orang saling menceritakan harapannya masing-masing di dalam kelompok tersebut. Setelah semuanya selesai mencaritakan harapannya, perwakilan dari setiap kelompok merangkum semua harapan dari anggota kelompok tersebut. Dari kesimpulan yang saya dapatkan dari semua peserta yaitu ingin lebih mengenal dirinya sendiri dan bisa berguna untuk orang lain.
            Sebelum kegiatan hari pertama selesai ada sambutan dan prakata dari fasilitator lokakarya yaitu pak Bayu Ludvianto. Pak Bayu sungguh sangat senang sekali bisa hadir dan berbagi ilmu di lokakarya ini. Karena biasanya lokakarya yang difasilitasi oleh beliau ini dilakukan dalam dua hari penuh dan itu biayanya lumayan besar. Lokakarya ini akan dilakukan dalam satu setengah hari dan peserta tidak dipungut biaya. Kemudian pak Bayu memberikan PR sebelum hari esok belajar Graphologi, peserta harus membaca dahulu buku Analisis Tulisan Tangan. Hari pertama pun ditutup dengan do’a.
            Udara yang  begitu dingin menusuk ke dalam tubuh. Mentari mulai muncul di ufuk timur menghangatkan tubuh yang menggigil kedinginan. Setelah mandi dan sudah bersiap untuk belajar grapho kami disediakan sarapan dahulu.
Tepat pukul 08.00 kami masuk ke aula lokakarya dan sambut oleh pak bayu dan rekan-rekan. Semua peserta duduk melingkar di sebuah kursi. Pertama-tama diawali oleh mas Andri memperkenalkan profil tentang pak Bayu dan sharing sedikit tentang pengalaman mas Andri saat belajar Grapho. Kemudian mas Andri mempersilahkan kepada pak Bayu sebagai fasilitator lokakarya ini. Sesi pertama itu pengenalan tentang Grapho dan sharing pengalaman pak Bayu.
            Pak Bayu itu seorang dosen yang mengundurkan diri sebagai dosen dan sekarang sebagai trainer Grapho. Cerita pak Bayu begitu inspirasi sekali. Selanjutnya pak Bayu menanyakan kepada para peserta “Mengapa anda ingin mengikuti lokakarya ini?”
Karena saya ingin lebih mengenal diri lebih jauh dan bisa berguna bagi orang lain” Jawaban salah satu peserta. Setelah itu pak Bayu memberikan dua lembar kertas yang berisikan kotak-kotak dan ada gambar yang harus ditambahkan untuk menjadi sebuah gambar yang menarik. Semua peserta berkreasi membuat sebuah gambar yang ada di kertas itu. Gambar pertama itu ada lingkaran di dalam sebuah persegi. Lalu para peserta menggambarkan dalam bentuk macam-macam, ada yang menggambar jadi matahari, bunga, wajah senyum, jam weker, dll. Dari gambar pertama itu menunjukan citra dirinya sendiri.
            Para perserta diberi lagi beberapa kertas HVS kemudian pak Bayu mendiktekan sebuah kalimat. Setelah selesai para peserta disuruh menuliskan kembali kalimat tersebut dengan tekanan yang sangat kuat saat menulis kalimat tersebut. Yang kedua menulisnya dengan kecepatan yang sangat cepat. Lalu menulis dengan huruf yang sangat kecil sekali, tekahir menulis dengan huruf yang sangat besar sekali. Kemudian pak Bayu menanyakan “Bagaimana perasaan saat menulis seperti itu?”. Semua peserta menjawab sangat tidak nyaman.
Yah itulah berbagai macam tulisan yang nanti kita akan lihat saat menganalisis tulisan tangan. orang yang menulis dengan kecepatan tinggi dia itu suka berpikir cepat, tetapi kurang komunikatif. Orang yang tulisan begitu besar dia itu ingin mendapatkan perhatian.
            Kemudian para peserta disuruh untuk berpasangan untuk membacakan dan menerangkan pola penulisan yang ada di layar secara bergantian. Setelah dua pembahasan para peserta disuruh mencari pasangan baru lagi untuk membacakan dan menjelaskan pola penulisan yang ada di layar secara bergantian lagi. Kemudian para peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok berkunjung ke tiap stand, ada tentang margin, base line, ukuran tulisan, dan tekanan tulisan. Para peserta bertanya tentang bagaimana idealnya margin, ukuran dan apa sih karakter seseorang ada yang unik dari tulisan tangannya? Itu dijelaskan disetiap stand.

Para peserta melihat pola penulisan di stand mbak Ani.

Para peserta lagi memperhatikan mas Andri sedang menjelaskan tentang pola penulisan.

Setelah semua kelompok berkeliling dan bertanya-tanya ke setiap stand lalu istirahat break snack dulu. Selesai break snack kegiatan dilanjutkan kembali seperti tadi peserta berpasangan untuk membacakan dan menjelaskan pola penulisan yang ada di layar. Lalu berkelompok lagi berkeliling dan bertanya disetiap stand. Waktu begitu tidak terasa sudah saatnya makan siang. Semua peserta makan siang dulu, makanannya benar-benar nikmat J.
            Setelah makan siang sekitar pukul 14.00 kami masuk ke aula lagi untuk melanjutkan kegiatan. Sebelum melanjutkan penjelasan tentang pola penulisan kami melakukan ice breaking dulu. Ice breakingnya semua peserta mengikuti gerakan mentor yang ada di depan. Semua peserta terlihat semangat dan ceria mengikuti gerakan – gerakannya. Semua peserta lebih bersemangat mengikuti kegiatan selanjutnya. Para peserta berpasangan kembali dan membacakan dan menjelaskan pola penulisan selanjutnya secara bergantian. Saat penjelasan tentang huruf-hurf unik dan tanda tangan pak bayu yang menjelaskannya. Para banyak menanyakan saat penjelasan huruf-huruf unik. Setelah selesai menjelaskan yang terakhir para peserta kembali ke kelompoknya untuk berkeliling dan bertanya kepada stand pola penulisan. Ada sebelas pola penulisan yaitu margin, spasi, baseline,size atau ukuran tulisan, tekanan tulisan, zona penulisan, kemiringan tulisan, jenis huruf dan sambungan, kecepatan penulisan, huruf-huruf unik, dan tanda tangan. kemudian kami istirahat kembali sholat magrib dan makan malam.  
            Sekitar pukul 19.30 kami masuk kembali melanjutkan materi selanjutnya. Sekarang para peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Kemudian setiap kelompok mempersentasikan salah satu materi pola penulisan yang tadi dibahas. Kelompok pertama akan mempersentasikan tentang huruf-huruf unik. Kelompok kedua akan mempersentasikan tentang kemiringan tulisan. Kelompok tiga akan mempersentasikan zona penulisan. Persentasinya cukup unik karena persentasinya menggunakan alat peraga. Kelompok pertama dikasih boneka, kelompok kedua alat-alat dapur, dan kelompok ketiga dengan tarian.
Kelompok pertama mempersentasikan menggunakan media boneka untuk menjelaskan pola penulisan huruf-huruf unik, persentasinya sangat seru semua orang pada ceria melihat penampilan dari kelompok pertama.
Kelompok kedua mempersentasikan menggunakan alal-alat dapur untuk menjelaskan pola penulisan kemiringan tulisan. Mereka membuat music dari alat-alat dapur itu. Suasana semakin rame dengan gembrang-gembrung musik dapur itu.
Terakhir kelompok ketiga mempersentasikan menggunakan tarian untuk menjelaskan zona penulisan. Mereka menari dengan penuh keceriaan dan semua peserta sangat terhibur.
            Kemudian kelompok tersebut membuat kolom dari ketas besar tentang pola penulisan. Kolomnya tidak di tulis oleh tulisan tangan tetapi menggunakan gambar yang ada di majalah. Semua peserta menempelkan gambar yang sesuai dengan karakter dari pola penulisan yang sebelas itu. Waktu sudah menunjukan pukul 22.00 akhirnya kegiatan pun ditutup. Setelah selesai para peserta ngobrol-ngobrol dan ada api unggun sama bakar-bakar jagung. Walaupun hujan gerimis tetapi kegiatan api unggun dan bakar-bakar jagung tetap berlangsung. Suasana kebersamaan dan persaudaraannya begitu terasa saat bercanda sambil bakar jagung di udara yang sangat dingin itu.
            Esok harinya kegiatan dilanjutkan kembali. Kemudian pak Bayu memberikan contoh hasil penelitian tulisan tangan. Lalu pak Bayu menaruh berbagai macam tulisan tangan untuk diamati oleh semua peserta. Semua peserta pun berkeliling melihat semua tulisan yang ada di depan dan menanyakan karakteristik  seseorang tulisannya seperti ini atau seperti itu.
Setelah setengah jam mengamati berbagai macam tulisan saatnya mengamati tulisan para peserta yang sebelum lokakarya diberi PR menulis. Para peserta berpasangan dan mengamati tulisan pasangannya. Kemudian dijelaskan ke pasangannya hasil pengamatan itu. Waktu begitu tidak terasa sudah pukul 11.30 kegiatan lokakarya menggali visi pribadi dengan tulisan tangan diakhiri dengan foto bersama. KAIL juga memberikan kenang-kenangan kepada Pak Bayu Ludvianto dan rekan-rekan.

Foto bersama peserta bersama Pak Bayu Ludvianto sebelum lokakarya ini diakhiri.

Penyerahan kenang-kenangan kepada Pak Bayu Ludvianto dan rekan-rekan.

Lokakarya ini sungguh sangat berguna sekali bagi saya. Saya lebih mengenal tentang diri saya sendiri. Kemudian saya juga mendapatkan inspirasi dan motivasi dari lokakarya ini.
Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KAIL telah mengundang saya untuk mengikuti lokakarya ini.
Selasa, 11 Desember 2012 0 komentar

Belajar Kehidupan di Kota Bandung



Belajar kehidupan di kota bandung
Oleh : Asep Suhendar S

“Horee . . . jalan-jalan dan bermain ke kota Bandung” teriak anak-anak dengan wajah dan hati penuh keceriaan.
.
Mentari menyinari dengan penuh kehangatan. Pagi itu saya berangkat ke kota Bandung bersama anak-anak pelangi. Ada sebagian anak-anak yang baru pertama kali mereka bermain ke kota bandung. Saya mengajak mereka ke salah satu universitas swasta di bandung untuk menjadi menjadi objek penelitian dalam praktikum tes psikologi. Setelah selesai praktikum saya mangajak mereka ke gramedia. Tetapi saya tidak memberitahu dimana gramedia itu berada. Saya memberi kata ajaib kepada “ bertanya”. Mereka semua sudah paham dengan kata ajaib itu. Dengan segera mereka langsung action. Mereka menanyakan gramedia kepada orang lain yang mereka temui.

 
     Perjalanan menuju gramedia. Anak-anak mau bertanya dimana gramedia itu.

Di perjalanan menuju gramedia kami melihat potret kehidupan anak-anak jalan, pengemis. Mereka sedang makan di suatu tempat berkumpul. Ada yang sedang bermain, ngobrol-ngobrol, dan melakukan aktivitas lainnya. Kami semua bersyukur masih punya keluarga, rumah. Dari situ anak- anak lebih menghargai orang lain dan lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang.
Akhirnya ketemu juga . . . . .
“Horeee . . . oh ini toh gramedia teh hehehehe”  teriak anak-anak saat menemukam gramedia.
Kami langsung masuk  ke gramedia dan menitipkan dulu barang bawaan kami. Anak-anak merasa berbeda berada di gramedia. Ruangannya terasa dingin padahal terik matahari begitu menyengat dari luar. Sebagian  anak-anak yang baru pertama kali juga mereka berada di ruangan ber-AC. Kami membaca buku-buku yang ada di gramedia. Banyak buku yang bagus-bagus. 

 
         Anak-anak sedang membaca buku-buku yang ada di gramedia.


Sesudah mereka puas membaca buku. Mereka berjalan ke lantai dua. Ternyata mereka bukan mau membaca lagi tetapi mereka malah bermain di escalator. Mereka turun naik escalator. Begitu lucunya kelakuan mereka. Saya sangat senang melihat keceriaan mereka.
Setelah itu saya mengajak mereka ke tempat orang – orang yang hidupnya mewah. Saya mengajak mereka ke mall. Kami mengamati orang – orang yang berada di sana. Berbeda sekali dengan orang- orang yang tadi kami lihat diperempatan jalan. Dari situ kami sangat bersyukur dengan keaadaan kami yang seperti ini. Kami masih bisa sekolah, bermain dengan ceria, jalan-jalan bersama teman-teman, dan lain-lain. Tetapi tidak seperti anak-anak yang ada di perempatan jalan tadi. Mereka tidak bisa sekolah, tidak bisa bermain dengan ceria seperti kita. Mereka itu beraktivitas dengan mencari uang untuk makan, untuk menyambung hidupnya, untuk membeli sebungkus nasi. Panas hujan silih berganti tetapi mereka tetap berusaha mencari uang dengan mengamen, meminta-minta, menjual angsongan.
“hey teman-teman disini banyak escalatornya horee .  . . “ sahut salah satu anak kepada teman-tamannya.
 Mereka begitu senang dengan tangga berjalan itu. Beberapa kali mereka turun lagi ke tangga bawah saat mau sampai ke lantai atas. Mereka begitu senang, ceria, gembira.
Waktu begitu cepat matahari sudah sedikit ditelan bumi. Kami pun turun ke lobi menunggu angkot yang jemput. Banyak sekali pelajaran hidup yang kami dapatkan dari kota Bandung tercinta ini.  Pengalaman yang sangat terkesan di hati yaitu meraka tidak memakan langsung makanan atau bingkisan yang diberi oleh mahasiswa yang melakukan penelitian tes intelegensi. Makanan itu mau dimakan bareng sama ayah, ibu, dan adik mereka. Tepatnya dimakan bersama keluarga mereka. :)
“semua ini untuk oleh-oleh pulang ke rumah dan makan bersama keluarga”. Seru anak-anak.






Mereka anak-anak yang hebat. Anak-anak yang cinta dan sayang sama keluarga. Anak-anak besar hati untuk selalu berbagi.
Itulah yang terkesan di hati saya. Mereka begitu ingat dengan keluarganya walaupun porsi makanan itu hanya untuk satu orang. Saya banyak belajar dari anak-anak. Terima kasih anak-anak. Kakak banyak belajar dari kalian semua. :)
 
;